Mapala Sutha, salah satu Unit Kegiatan Kampus (UKK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan ekspedisi Anggota Muda angkatan 06. Ekspedisi ini dilakukan dalam 2 jenis kegiatan yaitu Ekspedisi Lingkungan Hidup berupa penanaman 100 pohon mangrove, dan Eksplorasi Karts (Go’a).

Ekspedisi Lingkungan Hidup dilakukan dengan melakukan penanaman pohon sebagai pencegahan abrasi di pesisir sungai kelurahan Parit Deli yang terletak di Kecamatan Betara Kiri Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tanggal 24-28 Desember 2022. Selanjutnya, eksplorasi 3 gua karst di Desa Meribung Sungai Beduri Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun selama 4 hari, 26-30 Desember 2022
Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu Ekspedisi Lingkungan Hidup. Dalam pelaksanaan Ekspedisi Lingkungan Hidup tim ekspedisi yang beranggotakan 2 orang Anggota Muda, 1 orang pendamping dan 4 anggota tetap Mapala Sutha melakukan penanaman pohon mangrove. Selain melakukan penanaman pohon mangrove yang bertujuan untuk pelestarian lingkungan hidup dan tindakan pencegahan abrasi tim ekspedisi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemuda setempat tentang pentingnya pohon mangrove di daerah pesisir.
Ekspedisi ini dilakukan oleh Anggota Muda Mapala Sutha karena melihat dampak abrasi yang ditimbulkan oleh ombak sungai di Kelurahan Betara Kiri (Parit Deli) menyebabkan belasan rumah warga terkena longsor dan terpaksa dialihkan ke tempat yang lebih aman. Kegiatan ini didasari oleh analisa terhadap daerah setempat dimana lokasi ini berada di tepi sungai yang aliran sungainya terbilang cukup deras.
Dilaksanakan selama 5 hari, kegiatan ini lebih berfokus kepada analisa, edukasi secara kondisional dan penanaman bibit pohon mangrove di beberapa lokasi yang berpotensi mengalami abrasi. Adapun jenis pohon yang ditanami adalah jenis mangrove bakau merah dan bakau kepala gajah, dengan total keseluruhan bibit yang ditanam yaitu 120 bibit.
Ekspedisi yang dilakukan ini juga sebagai syarat dan ketentuan proses para Anggota Muda Mapala Sutha guna melangkah ke jenjang berikutnya (Anggota Tetap), namun selain sebagai syarat dan ketentuan proses bagi Anggota Muda, kegiatan ini pun juga sebagai tindakan dan aksi kepedulian terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi terjadinya bencana alam (abrasi) di desa tersebut.
Dengan adanya kegiatan penanaman pohon mangrove ini diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan dapat berguna untuk mencegah abrasi selanjutnya. Untuk itu dibutuhkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup dan kelesatarian alam agar manusia dapat hidup jauh lebih baik, karena manusia juga sebagai makhluk yang tidak terlepas dari ketergantungan terhadap alam dan lingkungan. Karenan jika alam baik maka kita juga baik, kika alam buruk maka hidup kita bisa jadi lebih buruk.
Kegiatan kedua yaitu Eksplorasi 3 Gua Karts yang diikuti 5 anggota muda dan 2 pendamping dari anggota tetap. Ekspedisi ini bertujuan mengekplorasi dan melakukan pendataan flora fauna serta ornamen gua-gua karst di Desa Meribung Sungai Beduri Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun.
Tiga gua karst yang dieksplor pada kegiatan ini yaitu gua calau petak atau sering dikenal gua tembus, gua air lului dan gua kandang kerbau. Gua calau petak atau sering di kenal gua tembus yang mana gua ini menghubungkan Dusun Sungai Berduri Desa Meribung dengan Dusun Dalam Desa Napal Melintang. Tim eksplorasi juga melakukan pemetaan dengan grade peta gua grade 1, yang mana pemetaan dilakukan menggunakan sketsa dengan akurasi rendah.
Dari kegiatan eksplorasi tiga gua karst, tim Mapala Sutha mencatatkan bahwa gua tersebut dipenuhi dengan ornamen stalaktit dan stalakmit. Di gua calau petak terdapat juga pilar, flowstone, dan tirai gua. Sementara di gua kandang kerbau tim menemukan ornamen cave pearl, atau dikenal dengan mutiara gua, yang mana tidak ditemukan di gua calau petak maupun gua air lului.
Gua kandang kerbau dan gua air lului merupakan gua yang terkenal dengan lukisan prasejarahnya. Selaoin itu terdapat lukisan-lukisan prasejarah yang sudah berumur ribuan tahun yang lalu pada dinding-dindingnya. Sementara flora yang mengisi gua tersebut ada jamur, dan juga lumut. Tim juga dapat menemukan fauna yang mengisi ketiga gua tersebut diantaranya adalah walet lumut, udang purba, kelelawar, katak, laba-laba, serta cacing – cacing pemakan organisme dalam gua.
by : Ferty Deseliyana