Uswah Leadership Class BAKTI NUSA: Jangan Salah Pilih Idola!

Pendidikan

Menguatkan profil kepemimpinan para aktivis mahasiswa yang bertumpu pada inti kepemimpinan Nabi Muhammad S.A.W. dalam model Uswah Leadership, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) menghelat Uswah Leadership Class yang dilaksanakan daring pada Minggu (20/03). Kelas berseri dengan tajuk, “Integritas: Inspirasi dan Implementasi Kepemimpinan Sosok Rasulullah S.A.W” digawangi oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., M.H., Manajer BAKTI NUSA wilayah Malang.

Tantangan era kontemporer saat ini mengharuskan calon pemimpin masa depan mampu memahami serta menguasai banyak hal. Khususnya, bagaimana seorang pemimpin masa kini mampu mengambil nilai, makna, inspirasi, serta meneladani kepemimpinan yang ada pada sosok Rasulullah S.A.W dalam menjawab setiap tantangan yang muncul kedepan.

Mengawali pemaparan materinya, Fatih mengungkapkan bahwa teladan erat kaitannya dengan siapa sosok yang diidolakannya. “Kita perlu memperhatikan siapa yang menjadi idola dan panutan kita dalam bertindak. Jangan salah pilih idola! Sebab, begitu besar dan nyata dampaknya sehingga bisa membawa kita kepada hal-hal yang kurang baik,” ujar Fatih yang juga merupakan Dosen FH Universitas Muhammadiyah Malang.

Lebih lanjut, Fatih menambahkan bahwa satu-satunya sosok yang pantas untuk diidolakan adalah Rasullah S.A.W. “Maka ingatlah, sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. Semua sisi kehidupannya kaya akan hikmah, pelajaran hidup, dan tak hanya cocok untuk satu kalangan melainkan menyeluruh dalam seluruh sendi kehidupan,” tambah sang penulis sebelas buku tersebut.

Menanggapi pemaparan selama kegiatan berlangsung, Rahmawati Rahayu, seorang penerima manfaat BAKTI NUSA sekaligus mahasiswi Universitas Indonesia, mengaku sangat terkesan serta turut berkomentar, “Pentingnya sebuah role model akan menentukan dengan siapa kita akan dikumpulkan nantinya,” ungkap perempuan yang akrab disapa Yayu.

“Ketika menjadikan Rasulullah S.A.W sebagai teladan, maka seharusnya kita dapat meneladaninya secara syumul. Sudah seharusnya, segala perilaku, perkataan, dan penampilan darinya dapat kita usahakan serta amalkan sebagai umat muslim,” tambahnya.

Pada akhir sesi, Fatih menutup dengan sebuah ajakan kepada seluruh penerima manfaat BAKTI NUSA, “Ayo kita tumbuh bersama, melahirkan generasi pemimpin yang berdaya. Berdaya dalam arti merepresentasikan nilai kepemimpinan uswah, yaitu integritas, cendekia, transformatif, dan melayani,” tuturnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.