Dalem Pasinaon Berkolaborasi Membentuk Perpustakaan Keliling Desa Tunggur

Pengabdian

Salah jika kita menyebut bahwa masyarakat Indonesia tidak suka membaca. Data memang menyebutkan jika minat baca masyarakat Indonesia rendah. Bagaimana tidak, peringkat 62 dari 70 negara, Indonesia menduduki jajaran negara dengan tingkat literasi yang rendah. Namun, benarkah demikian? Terlepas dari data tersebut bukankah banyak faktor yang seharusnya dipertanyakan? Salah satunya bagaimana fasilitas membaca yang disediakan pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Apakah sudah cukup memadai dan layak?

Meningkatkan minat membaca khususnya bagi anak-anak salah satunya adalah mendekatkan mereka dengan buku dan berbagai jenis bacaan lainnya. Mustahil mereka akan suka membaca jika tidak berada dalam lingkungan yang mendekatkan mereka pada dunia membaca. Langkah kecil untuk memperkenalkan mereka pada buku ini dilakukan oleh Dalem Pasinaon melalui Perpustakaan Keliling. Dalem Pasinaon merupakan leadership project dari Dhiya Restu Putra, Mahasiswa Prodi Sastra Daerah FIB Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menjadi Penerima Manfaat Bakti Nusa 11 Solo.

Minggu, 20/03/2022 yang lalu Dalem Pasinaon bersama Pemerintah Desa Tunggur dan IMAPRES Kecamatan Slogohimo saling berkolaborasi dan bersinergi membentuk Perpustakaan Keliling Desa Tunggur. Kegiatan hari itu merupakan Launching atau peresmian yang diikuti sebanyak 45 anak dari berbagai dusun di Desa Tunggur. Peresmian itu dilakukan di lapangan bola voli Desa Tunggur yang berada di bawah kaki Gunung Brojo.

Membaca adalah cara untuk melihat dunia yang sangat luas. Begitulah kiranya jika membaca dijadikan  sebuah kesenangan dan kebiasaan. Anak-anak berdatangan dengan riuh pada hari itu membawa semangat untuk membaca bersama teman-temannya. Kegiatan dimulai dengan sambutan-sambutan oleh ketiga pihak kolaborator, kemudian dilanjutkan membaca Bersama dengan dibagi kelompok yang didampingi oleh kakak-kakak. Kelompok-kelompok ini membaca di titik-titik yang dianggap nyaman. Ada yang  membaca di gubug sawah  pak tani. Ada yang membaca di bawah pohon talok, di pinggir jalan, dan lain sebagainya. Membaca kali itu sangat menyenangkan ditambah lagi ditemani sejuknya angin pegunungan.

Setelah membaca selesai, anak-anak Kembali ke lapangan untuk melakukan kegiatan permainan atau games. Permainan kemarin adalah mengenalkan kembali permainan jadul atau lawas  pada anak-anak yaitu ular naga. “Ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar-jalar selalu kian kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang.” Begitulah lagu pengiring permainan tersebut, anak-anak begitu girangnya mengikuti alunan lagu. Di akhir lagu tentunya ada anak-anak yang tertangkap yang akan diberikan tantangan untuk menyanyikan lagu-lagu daerah atau lagu anak berbahasa Jawa seperti Gundhul-Gundhul Pacul, Cublak-Cublak Suweng, dan Sinten Numpak Sepur.

“Yang kami harapkan dengan adaanya Perpustakaan Keliling Desa Tunggur ini dapat mendekatkan anak-anak dengan buku sehingga meningkatkan minat baca mereka. Selain itu dengan mengajarkan kembali permainan tradisional dan lagu-lagu anak berbahasa Jawa sehingga membuat anak-anak lebih mencintai kebudayaan daerah asal yaitu kebudayaan Jawa. Kedepannya kegiatan perpustakaan keliling akan dilakukan berpindah-pindah di setiap dusun-dusun di Desa Tunggur” ujar Dhiya Restu Putra ketua Dalem Pasinaon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.